Wamendukbangga: KB Fokus pada Kesiapan Pasangan, Bukan Pembatasan Jumlah Anak

Memasuki era bonus demografi, penting bagi kita untuk membahas isu perencanaan keluarga dengan lebih serius. Pada Minggu, 15 Februari 2026, Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, melakukan kunjungan ke pasangan usia subur di Tegal. Kegiatan ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesiapan pasangan dalam merencanakan kehamilan, yang menjadi kunci untuk menciptakan keluarga yang sehat dan berkualitas.
Program KB: Fokus pada Kesiapan Pasangan
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, yang juga dikenal sebagai Wamendukbangga, menekankan bahwa program keluarga berencana (KB) tidak bertujuan untuk membatasi jumlah anak. Sebaliknya, tujuan utamanya adalah memastikan bahwa kehamilan terjadi pada waktu yang tepat dan dalam kondisi yang siap. “Kesiapan pasangan usia subur itu sangat penting, apakah mereka sudah siap memiliki anak atau belum,” ungkapnya saat kegiatan Pantau KB di Kota Tegal.
Sayangnya, masih ada pasangan yang mengalami kehamilan tidak direncanakan karena kurangnya penggunaan alat kontrasepsi. Situasi ini memerlukan tanggapan yang tepat melalui edukasi berkelanjutan. Penyuluh KB dan bidan memiliki peran krusial dalam membantu pasangan usia subur memahami pentingnya perencanaan kehamilan.
Program Pantau KB: Menjangkau Berbagai Wilayah
Program Pantau KB yang dijalankan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bersama BKKBN telah dilaksanakan di sekitar 300 kabupaten dan kota. Program ini tidak hanya menyasar daerah yang memiliki karakteristik umum, tetapi juga fokus pada wilayah yang memerlukan perhatian khusus.
Pencapaian program Peduli KB di Kota Tegal bahkan telah melampaui target yang ditetapkan. Ratu Ayu memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tegal, Dinas Kesehatan, Dinas KB, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang telah berkolaborasi untuk menyukseskan program ini. “Program Pantau KB ini membuktikan bahwa negara hadir dalam pelayanan kontrasepsi bagi warganya,” jelasnya.
Metode Kontrasepsi yang Dipilih
Dalam pelaksanaan program Peduli KB di Kota Tegal, mayoritas peserta memilih metode kontrasepsi implan yang memberikan perlindungan selama sekitar tiga tahun, diikuti oleh penggunaan IUD. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya perencanaan kehamilan dan pemilihan metode kontrasepsi yang tepat.
Penting juga untuk dicatat bahwa pemerintah berkomitmen untuk memprioritaskan pasangan usia subur yang baru melahirkan. Mereka akan mendapatkan layanan kontrasepsi pasca-persalinan, yang bertujuan untuk menjaga jarak kelahiran dan kesehatan ibu serta anak. Hal ini menjadi langkah strategis dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan keluarga di Indonesia.
Insight Praktis
– **Metode Kontrasepsi**: Pilihlah metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasangan.
– **Kolaborasi**: Dukungan dari berbagai instansi, termasuk kesehatan dan pendidikan, sangat penting untuk kesuksesan program KB.
Kesimpulan
Kesiapan pasangan dalam merencanakan kehamilan merupakan aspek yang sangat penting dalam program keluarga berencana. Dengan edukasi yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, kita dapat mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas. Program Pantau KB yang dijalankan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dan BKKBN menunjukkan komitmen negara untuk mendukung masyarakat dalam perencanaan keluarga. Mari kita bersama-sama meningkatkan kesadaran akan pentingnya perencanaan kehamilan demi masa depan yang lebih baik.




